Kata-kata dan Salam-salam Bahasa Jepang dalam Novel Hankachi

Assalamualaikum, Minna-san 🙂

Sebelumnya saya pernah mem-posting kata-kata dan istilah bahasa Jepang dalam novel Akatsuki. Kali ini saya akan menyajikan daftar kata-kata dan salam-salam bahasa Jepang yang terdapat dalam novel Hankachi. Selamat membaca, selamat belajar!

 

Daijoubu desu ka? Apa Anda baik-baik saja?
Hai, daijoubu desu. Iya, saya baik-baik saja.
De wa, shitsurei shimasu. Kalau begitu, saya permisi.
Nande? Kenapa?
Kibun ga warui. Aku merasa tidak enak badan.
Zannen desu. Sayang sekali.
Gomen ne. Maaf, ya.
Mou ii! Cukup!
Kagi wa doko desu ka? Di mana kuncinya?
Hanami Melihat bunga, biasanya diadakan di musim semi saat bunga sakura bermekaran.
Daijoubu desu. Aku baik-baik saja.
Iie. Tidak.
Yakiniku Daging bakar/panggang
Yokatta ne. Syukurlah.
Shinpai shinaide kudasai. Jangan khawatir (kata kudasai boleh tidak dipakai, kudasai digunakan supaya lebih sopan).
Wakarimashita Aku mengerti.
Yamete kudasai! Hentikan (kata kudasai boleh tidak dipakai, kudasai digunakan supaya lebih sopan)!
Dou shiyou? Apa yang harus kulakukan?
Nani? Apa?
Hai. Iya.
Shitsurei shimasu. Maaf, permisi.
Watashi mo Muslim. Saya juga Muslim.
Ano otoko? Laki-laki itu?
Senpai Senior
Dame! Zettai dame! Tidak boleh! Pokoknya tidak boleh!
Nanda tte? Apa yang kau katakan?
Nandemo nai. Bukan apa-apa.
Gomen. Maaf.
Atarimae yo. Tentu.
Erebeta Elevator
Ittekimasu. Artinya “Aku berangkat”, diucapkan oleh orang yang hendak meninggalkan rumah.
Itte irasshai. Jawaban dari Ittekimasu, diucapkan oleh orang yang tinggal di rumah.
Konbini Convenience Store
Tadaima. Artinya “Aku pulang” atau “Aku sudah kembali”, diucapkan seseorang ketika tiba di rumah.
Sugoi! Hebat!
Naru hodo. Oh, begitu.
Chotto matte kudasai! Tunggu sebentar (kata kudasai boleh tidak dipakai, kudasai digunakan supaya lebih sopan)!
Itadakimasu. Sebenarnya ucapan ini tidak memiliki arti yang pasti, tapi biasa diartikan, “Selamat makan.” Kalimat ini biasanya diucapkan sebelum makan untuk berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjasa menyiapkan makanan itu.
Gochisousamadeshita. Kalimat ini diucapkan setelah makan, biasanya diartikan, “Terima kasih untuk makanannya.”
Gomen nasai. Maafkan aku.
Demo … Tapi …
Chigau! Salah!
Naze desu ka? Mengapa?
Dou ka shimashita ka? Ada apa?
Iya. Tidak (bentuk informal).
Nani sore? Apa itu?
Dare desu ka? Siapa?
O-kaeri nasai. Artinya “Selamat datang” atau “Selamat kembali”, diucapkan oleh orang yang tinggal di rumah ketika ada orang yang datang sebagai jawaban dari Tadaima. Kadang kata nasai tidak digunakan.
Wakatta? Mengerti (bentuk informal)?
Hajimemashite, 801 no Aoyama Kaori desu. Kore kara osewa ni narimasu. Douzo yoroshiku o-negai shimasu. Perkenalkan, saya Aoyama Kaori dari apartemen nomor 801. Mulai sekarang saya akan merepotkan Anda. Mohon bantuan Anda.
Kimura Mizu desu. Kochirakoso yoroshiku. Saya Kimura Mizu. Mohon bantuan Anda juga.
Anou, kore, honno kimochi desu. Ng, ini, ada sesuatu sedikit.
A, doumo. Nan desu ka? Oh, terima kasih. Apa itu?
Kekkon omedetou. Selamat atas pernikahan kalian.
Sou ja arimasen. Bukan begitu.
Hontou desu ka? Benarkah?
Festival Tanabata Festival Bintang. Perayaannya dilakukan di malam ke-6 bulan ke-7 atau pagi di hari ke-7 bulan ke-7. Festival Tanabata dimeriahkan dengan tradisi menulis permohonan di atas tanzaku.
Sonna koto wo shinjiteru ka? Kau memercayai hal seperti itu?
Tanzaku Kertas warna-warni tempat menuliskan harapan saat Festival Tanabata. Kertas ini terdiri atas lima warna, yaitu hijau, merah, kuning, putih, dan hitam.
Urusai! Berisik!
Sou desu ka? Begitu, ya?
Yakitori Ayam bakar
Yakiimo Ubi bakar
Tsukiakari Cahaya Bulan
Sono toori. Itu benar.
Depato Department Store
Dou shita no? Ada apa?
Kawaii desu ne. Lucu, ya.
Ii nioi. Aromanya sedap.
Iie, betsu ni. Tidak, bukan apa-apa.
Onsen Pemandian air panas
Futon Tempat tidur tradisional Jepang
Fuji-san wa sono you ni takai desu. Gunung Fuji begitu tinggi.
Oishii. Enak.
Jitsu wa, kangae goto shiteta. Sebenarnya, aku sedang berpikir.
Joudan desu. Aku bercanda.
Hayaku! Cepat!
Dakedo, hashiri tsuzukeru! Tapi, aku akan terus berlari!
Umi no Hi Hari Laut, diperingati setiap hari Senin minggu ketiga bulan Juli dan merupakan salah satu hari libur nasional di Jepang.
Moshi moshi? Halo?
Shiranai. Aku tidak tahu.
Onaka ga suita. Aku lapar.
Hisashiburi. Lama tak jumpa.
Dare? Siapa?
Gokon Pesta atau kencan bersama untuk mencari pacar.
O-tanjoubi omedetou gozaimasu! Selamat ulang tahun!
Warui? Apakah itu buruk/salah?
Dou iu koto da? Apa maksudmu? Apa yang kau bicarakan?
Butaniku Daging babi
Ikitakunai. Aku tidak mau pergi.
Hontou ni ikitakunai. Aku benar-benar tidak mau pergi.
Ikou. Ayo pergi.
Nanka itte kudasai. Tolong katakan sesuatu (kata kudasai boleh tidak dipakai, kudasai digunakan supaya lebih sopan).
Kiite yo. Dengarkan aku.
Omedetou. Selamat.
Tabetai? Kau mau makan?
Ano onna wa dare desu ka? Siapa wanita itu?
Sumanakatta. Maaf.
Nan da to?! Apa?!
Omae wa dare da? Siapa kau (bentuk informal)?
Kaerou. Ayo pulang.
Matte! Tunggu!
Tashika ni. Itu benar.
Subarashii! Luar biasa!
Mou sukoshi. Sedikit lagi.
Chotto kite kudasai! Tolong ke sini sebentar (kata kudasai boleh tidak dipakai, kudasai digunakan supaya lebih sopan).
Mite, mite! Lihat, lihat!
Dou narimashita ka? Apa yang terjadi?
Daijoubu. Aku baik-baik saja.
Nanka atta no? Apa yang terjadi?
Nani kangaeten no? Apa yang kau pikirkan?
Atashi Aku
Ii yo. Tidak apa-apa.
Kore wa ocha. Ini teh.
Ii yo, atashi wa. Aku baik-baik saja.
Sou ka? Begitu, ya (bentuk informal dari “Sou desu ka?”)?
Sore wo kiite yokatta. Aku lega mendengarnya.
Totemo tanoshii desu ne. Menyenangkan sekali, ya.
Sumimasen. Maaf, permisi.
Hakama Pakaian luar tradisional Jepang yang dipakai untuk menutupi pinggang sampai mata kaki.
Kikoeta? Apa kau mendengarku?
Shikata nai wa. Tidak bisa.
Hora! Lihat!
Dou iu imi desu ka? Apa maksudmu?
Nani itten no? Apa yang kau bicarakan?
Saa, dou suru? Sekarang, apa yang akan kau lakukan?
Keirou no Hi Hari Menghormati Lansia, diperingati setiap hari Senin minggu ketiga bulan September dan merupakan hari libur nasional di Jepang.
Tasukete kurete! Tolong!
Hitori ni shite! Biarkan aku sendiri!
Yamero! Hentikan!
Chotto kiite. Dengarkan aku sebentar!
Dou iu koto ga iitai n desu ka? Apa yang ingin kau katakan?
Shinichi wa Muslim dakara. Karena Shinichi seorang Muslim.
Sore dake? Hanya itu?
Ikanaide! Jangan pergi!
Joudan da. Bercanda.
Shinichi ga atashi wo aishite iru ka aishite inai ka? Apakah Shinichi mencintaiku atau tidak?
Boku ga iru. Ada aku.
Boku wa koko ni iru. Aku ada di sini.
Shitteru. Aku tahu.
Nan desu ka? Apa itu?
Sumimasen, anata wa dare desu ka? Maaf, Anda siapa?
Kinrou Kansha no Hi Hari Berterima Kasih kepada Buruh, diperingati setiap tanggal 23 November dan merupakan hari libur nasional di Jepang.
Doko desu ka? Di mana?
O-daiji ni. Semoga cepat sembuh.
Anata wa dare desu ka? Anda siapa?
Daijoubu ka? Kau baik-baik saja?
Wasuremashita. Aku lupa.
Hontou ni gomen nasai. Aku benar-benar minta maaf.
Ki ni shinaide. Jangan khawatir.
Dou shitan da yo? Ada apa?
Kanojo Dia (wanita)
Shinichi wa doko desu ka? Shinichi di mana?
Tomodachi deshou? Kita teman, kan?
Hanashite kudasai! Lepaskan (kata kudasai boleh tidak dipakai, kudasai digunakan supaya lebih sopan)!
Boku mo. Aku juga.
Warawanaide! Jangan menertawakanku!
Itsu desu ka? Kapan?

Sekian kata-kata dan salam-salam bahasa Jepang dalam novel Hankachi. Semoga bermanfaat 🙂

Oh, iya. Jangan lupa baca novel Hankachi, ya. Novel Hankachi bisa didapatkan di http://nulisbuku.com/books/view_book/4902/hankachi atau pesan melalui email rayyangroup@yahoo.com. Terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Kata-kata dan Salam-salam Bahasa Jepang dalam Novel Hankachi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s