Surat Buat Pemimpin

20 Oktober 2009

Yth.

Presiden dan Wakil Presiden RI

di Istana Negara

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Shalawat dan kesejahteraan semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Presiden dan Wakil Presiden RI yang saya hormati,

Melalui surat ini, izinkan saya selaku rakyat Anda, untuk menyampaikan kesan dan pendapat mengenai pemerintahan baru yang akan Anda jalankan. Namun, sebelumnya saya ingin berdoa semoga Anda dan keluarga beserta seluruh rakyat Indonesia senantiasa dikaruniai kesehatan oleh Allah Swt.

Presiden dan Wakil Presiden,

Sebagai seorang pemimpin, sudah seharusnya jika Anda mencintai rakyat Anda. Begitu juga dengan saya sebagai rakyat, sudah tentu mencintai pemimpinnya. Seorang pencinta pasti menginginkan yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Maka, saya pun demikian. Apa yang akan saya sampaikan ini hanyalah sedikit pendapat yang saya harapkan dapat membantu Anda untuk selalu berusaha memperbaiki diri demi jalannya pemerintahan yang semakin baik. Semoga masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera dapat segera terwujud di Indonesia.

Saya rasa Anda tentu mengenal Nabi Muhammad SAW, nabi dan rasul kita yang terakhir. Saya berbicara seperti ini bukan karena saya ingin melakukan ceramah agama, tapi lebih karena saya tahu bahwa Anda adalah orang Islam yang mengakui Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Selain itu, seluruh dunia juga mengakui beliau sebagai tokoh legendaris yang pengaruhnya begitu luas hingga mencapai berbagai penjuru bumi dan diikuti oleh miliaran manusia dari masa ke masa.

Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul. Beliau juga adalah pemimpin yang adil, panglima perang yang gagah berani, sekaligus kepala rumah yang bijaksana. Pada diri beliau terdapat teladan yang baik. Sungguh sosok ideal yang patut untuk dijadikan idola.

Karena itu, menurut saya, sudah selayaknya jika seorang pemimpin meneladani beliau. Nabi Muhammad adalah pemimpin Negara. Begitu pula dengan Anda. Memang benar bahwa beliau adalah nabi, tapi beliau adalah seorang manusia juga, sama seperti Anda. Jadi, apa-apa yang beliau kerjakan, tentu Anda pun dapat mengikutinya. Secara sederhana saya katakan, jika Anda mencintai rakyat, Anda pasti menghendaki yang terbaik untuk rakyat. Jika Anda ingin agar rakyat Anda sejahtera, maka sebaiknya Anda mulai meneladani pemimpin seperti Nabi Muhammad SAW karena sejarah telah membuktikan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pemimpin yang sederhana dan jujur, yang menjalankan pemerintahannya dengan penuh kesungguhan dan keadilan, serta kepemimpinannya membawa pada kedamaian, kemajuan, dan kejayaan yang tak pernah hilang terhapus masa.

Presiden dan Wakil Presiden yang terhormat,

Sebelum saya mengakhiri surat ini, saya ingin mengingatkan bahwa apa saja yang kita kerjakan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Sekali lagi saya katakana bahwa saya berbicara seperti ini bukan karena saya ingin berceramah, tetapi lebih karena saya tahu bahwa Anda orang Islam yang percaya akan adanya hari akhir. Jika Anda benar-benar meyakini hal itu, tentu Anda akan senantiasa berhati-hati dalam bertindak.

Demikianlah yang ingin saya sampaikan. Saya minta maaf jika ada perkataan saya yang lancing dan tidak berkenan di hati Anda. Itu semua dikarenakan saya ingin supaya Anda mendapatkan yang terbaik, sebagaimana Anda selalu mengusahakan yang terbaik untuk saya dan seluruh rakyat Indonesia. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi Anda. Atas perhatian Presiden dan Wakil Presiden, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat saya,

Muliyatun N.