3M: Rumus Sakti Jago Nulis

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masya Allah, sudah lama sekali nggak nongol di blog ini. Blognya sudah seperti rumah yang ditinggal penghuninya bertahun-tahun hingga banyak sarang laba-laba dan semak belukarnya. Jadi, harus bersih-bersih dulu, nih. Sambil beberes, kali ini saya mau berbagi mengenai rumus sakti jago nulis.

Teman-teman tahu. kan, bahwa sudah banyak sekali buku maupun artikel yang membahas kiat-kiat atau tips-tips menulis? Tapi, kalau dirangkum, semua itu mengarah pada satu rumus. Apa itu?

Jawabannya: 3M

Lalu, apa itu 3M?

Jawabannya: Menulis, Menulis, dan Menulis

Jadi, rumus sakti supaya jago nulis itu nggak neko-neko, kok. Cukup dengan menulis, kemudian menulis, dan menulis lagi.

Kenapa? Sebab, menulis itu pada intinya adalah latihan dan praktik. Semakin sering kamu berlatih dan praktik, semakin bagus tulisanmu. Sebaliknya, jika kamu jarang menulis, apalagi ditambah jarang baca buku, semakin menurun pula kualitas tulisanmu.

Tapi, kan …?

Tapi apa? Nggak berani menulis karena merasa tulisanmu jelek? Itu wajar.

Menulis itu adalah sebuah proses. Pada awalnya tulisanmu mungkin biasa saja. Tapi, seiring dengan seringnya latihan, insyaa Allah tulisanmu akan semakin bagus. Justru kalau berhenti berlatih, tulisanmu tidak akan berkembang.

Karena itu, yuk praktik menulis dari sekarang. Minimal satu tulisan setiap harinya. Bisa berupa satu paragraf pendek atau satu bait puisi. Syukur-syukur bisa menulis lebih banyak dari itu. Kalau sudah terbiasa, sedikit demi sedikit tulisan tersebut bisa dikembangkan.

Oke, sekian dulu, ya. Semoga bermanfaat.

Advertisements
Posted in Literature, Notes | Tagged , , , , | Leave a comment