Waktu-waktu Terlarang untuk Shalat

Shalat adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan merupakan rukun Islam yang kedua. Karena itu, umat Islam senantiasa berusaha mengerjakan shalat fardhu tepat waktu dan melengkapinya dengan shalat sunah. Meskipun demikian, ada saat-saat ketika kita dilarang mengerjakan shalat. Kapan sajakah itu? Mari kita simak hadis berikut ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Kerjakan shalat Subuh, kemudian jangan kerjakan shalat hingga matahari terbit dan meninggi karena (saat itu) matahari terbit di antara dua tanduk setan dan saat itu pula orang-orang kafir bersujud kepadanya. Setelah itu, silakan mengerjakan shalat (sunah) karena shalat itu disaksikan dan dihadiri (oleh malaikat) hingga bayangan tegak lurus (tengah hari). (Saat itu) jangan mengerjakan shalat karena neraka sedang dinyalakan. Jika bayangan telah condong, silakan mengerjakan shalat karena shalat itu disaksikan dan dihadiri (oleh malaikat) hingga engkau mengerjakan shalat Asar. Setelah itu, janganlah mengerjakan shalat hingga matahari terbenam. Sesungguhnya matahari terbenam di antara dua tanduk setan dan ketika itu orang-orang kafir bersujud kepadanya.” (HR. Muslim)

Hadis di atas menjelaskan bahwa terdapat waktu-waktu ketika kita dilarang mengerjakan shalat, yaitu setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, saat matahari terbit sampai naik kira-kira setinggi tombak, ketika matahari tepat berada di tengah-tengah langit sampai tergelincir, setelah shalat Asar hingga matahari terbenam, dan saat matahari terbenam.

Selanjutnya, jumhur ulama berpendapat bahwa shalat-shalat yang dilarang pada waktu-waktu tersebut adalah semua shalat sunah. Imam Syafi’i mengatakan bahwa yang dilarang adalah shalat-shalat sunah yang tidak memiliki sebab (kalau yang ada sebabnya, diperbolehkan, misalnya tahiyatul masjid). Sementara itu, para ulama Hanafi melarang melakukan semua shalat, termasuk shalat fardhu, pada waktu-waktu terlarang tersebut.

Kesimpulan

Secara ringkas, terdapat tiga waktu ketika kita dilarang mengerjakan shalat, yaitu:

  1. Setelah shalat Subuh hingga matahari naik setinggi tombak.
  2. Ketika matahari tepat di tengah hingga tergelincir ke barat.
  3. Setelah shalat Asar hingga matahari terbenam.

Kemudian, apabila dirinci, maka ada lima waktu ketika kita dilarang mengerjakan shalat, yaitu:

  1. Setelah shalat Subuh sampai matahari terbit.
  2. Sejak matahari terbit sampai naik setinggi tombak (± 12 menit setelah matahari terbit).
  3. Ketika matahari tepat di tengah sampai tergelincir (± 10 menit sebelum azan Zhuhur).
  4. Setelah shalat Asar sampai matahari menguning/hampir terbenam (± 12 menit sebelum matahari terbenam).
  5. Sejak menguningnya matahari/hampir terbenam hingga benar-benar terbenam.

Demikianlah waktu-waktu ketika kita dilarang mengerjakan shalat. Sebagai seorang Muslim, kita wajib mengetahui waktu-waktu tersebut agar kita tidak melaksanakan shalat pada waktu-waktu terlarang untuk shalat. Semoga bermanfaat.

Semoga Allah senantiasa memberi kita petunjuk agar tetap berada di jalan kebenaran dan membimbing langkah kita untuk menjadi lebih baik. Amin.