Sebuah Persembahan untuk Ibu

Wah, tentunya Anda ingat bahwa beberapa waktu lalu ada sebuah momen yang sangat penting. Yak! Betul sekali! Tanggal 22 Desember yang lalu, kita memperingati Hari Ibu.

Hmm … untuk memenuhi keinginan Kakak Tertua (kayak di perguruan silat aja), maka saya akan menuliskan sesuatu yang menjadi persembahan bagi seluruh ibu di dunia ini.

Sebuah persembahan untuk Ibu ….

My Mother

A poem by Dr. Andaleeb Fatima Rizvi

… … …

Oh! My Mother where are you

Nothing to say, but I love you, Mother

When the discussion are made by others

Nothing to say, but I miss you, Mother

When I am in trouble and look around

Nothing to say, but I need you, Mother

When in the hospital, I serve the ohers

Nothing to say, but I care about you, Mother

You are my mother

Nothing to say, but I am proud of you, Mother

In my all prayer, you are always there

Nothing to say, but I feel you, Mother

May GOD give you place in the Heaven

Nothing to say, but I pray for you, Mother

Oh! My Mother where are you

Nothing to say, but I love you, Mother

… … …

She dedicated that poem to her loving mother who is no more in this world.

Copyright©2002 Dr. Andaleeb Fatima Rizvi

SELAMAT HARI IBU ^_^

Advertisements

4 thoughts on “Sebuah Persembahan untuk Ibu

  1. Hee… syukron ya….
    dikabulin juga
    and…
    tp kok bukan puisinya ndiri ….
    and,
    just lil correction,
    22 Desember bukan hari ibu sedunia lo. just for Indonesian
    klo hari ibu sedunia or Mothers’ daynya orang sono, kayaknya on second Sunday in May or whenever on May hmmm…….
    dan,

    setiap hari, all day long kayaknya harinya Ibu ya, soalnya ibu yag memiliki semua hari itu …. heee

    • Wah, wah … ini, nih, kelebihan ibu-ibu. Bawel.
      Ups! Ibu-ibu, maaf, ya? Jangan tersinggung saya katakan bawel. Bawel itu tidak selamanya negatif, kok. Anak2 yang bandel atau pemalas (seperti saya???), kadang2 juga perlu dibawelin 😉
      Jadi, begini ….
      Saya tidak mengarang puisi sendiri karena lagi malas nulis (tuh, kan, saya malas lagi …)
      Memang benar 22 Desember itu Hari Ibu se-Indonesia, tapi puisinya tetap dipersembahkan buat ibu di seluruh dunia. Biar tidak ada yang iri. Hehe ….
      Terus … makasih, ya, buat info Hari Ibu Sedunia-nya 🙂
      Yup! Setuju banget! Bagi saya, setiap hari adalah Hari Ibu. Peringatan itu, kan, buat mengingatkan saja betapa mulianya seorang ibu. Soalnya mungkin, ini mungkin lho, kalau tidak ada Hari Ibu, kesannya justru ibu itu terlupakan. Tapi bener, deh. Setiap hari adalah Hari Ibu. Soalnya, ibu itu ada, sedia, dan setia setiap saat. He… jadi kayak iklan ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s